Sabtu, 20 Mei 2017

Materi Ujian Semester Genap
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
1. Pengertian Narkotika menurut UU RI No. 35/2009

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman  atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan - golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.

2. Jenis Narkoba
  • Morfin
  • Heroin
  • Ganja
  • Opiat
  • Kodein
  • Metadon
  • Barbiturat
  • LSD atau Lysergic Acid / Acid / Trips / Tabs
3. Perubahan fisik sebagai dampak penyalahgunaan NAPZA

- Pada saat menggunakan NAPZA : Jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
- Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
- Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun
- Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.

4. Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan

1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA

5. Penyebab remaja terjerumus memakai narkoba
  1. Keinginan untuk bersenang-senang.
  2. Menderita kecemasan dan kegetiran.
  3. kecanduan merokok dan minuman keras.
  4. Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.
  5. Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar.
6. Efek samping dari narkotika bagi tubuh manusia
  1. Gangguan kesehatan pada system syaraf (neurologis) seperti contohnya : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
  2. Gangguan kesehatan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti contohnya : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
  3. Gangguan kesehatan pada kulit (dermatologis) seperti contohnya : penanahan (abses), alergi, eksim.
  4. Gangguan kesehatan pada paru-paru (pulmoner) seperti contohnya : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.
  6. Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan pada endokrin, seperti halnya : penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
  7. Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
  8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya.
  9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.
7. Gejala perubahan fisik sebagai dampak penyalahgunaan NAPZA
  1. Jantung berdebar
  2. Bola mata kemerahan, karena pembuluh darah kapiler pada bola mata melebar
  3. Nafsu makan bertambah, karena THC ganja merangsang pusat nafsu makan di otak
  4. Mulut kering, karena THC mengganggu system syaraf otonom yang mengendalikan kelenjar air liur
8. Istilah HIV

HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ).

9. Penyebab penyakit AIDS
  • Gigitan pada serangga
  • Menggunakan toilet yang sama
  • Menggunakan peralatan makan dengan bersama
  • Bersalaman dan bersentuhan dengan penderita AIDS
10. Tanda - tanda kinis dari penderita AIDS
  1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
  2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  3. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
  5. Dimensia/HIV ensefalopati
11. Kelompok berisiko tinggi terkena HIV/AIDS 
  1. Pekerja seks laki-laki
  2. Pelanggan pekerja seks
  3. Penyalahgunaan narkoba
  4. Waria pekerja seks dan pelanggannya
  5. Lelaki sukai lelaki (Homogen)
  6. Narapidana/warga binaan
12. Penularan HIV bisa ditularkan melalui
  1. Alat tato
  2. Alat tindik
  3. Jarum suntik
  4. Tranfusi darah
  5. Ibu hamil kepada janinnya
13. Hal - hal yang perlu dilakukan para remaja untuk menghindari tertularnya penyakit HIV/AIDS
  1. Setia kepada pasangannya
  2. Lakukan seks aman
  3. Jauhi pergaulan bebas
  4. Hindari narkoba
  5. Bimbingan moral dan Sosialisasi
14. Cara Penularan virus HIV
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
15. Tujuan awal dalam lompat tinggi
Tujuan awal dalam lompat tinggi adalah memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu ( minimal 2,5 meter,sedangkan panjang mistar minimal 3,15 meter )

16. Tahapan / langkah - langkah gerakan lompat tinggi 
  1. Awalan
  2. Tumpuan
  3. Melayang 
  4. Pendaratan
17. Kesalahan yang sering terjadi pada waktu melakukan persiapan lompat tinggi
  • Sikap badan kaku
  • Tergesa-gesa
  • Kaki belakang tidak diangkat tinggi sehingga bisa menyentuh mistar
  • Mendarat dengan tangan
  • Tidak ada gerak lanjutannya. 
18. Tehnik dasar permainan bola voli adalah 
  1. Servis 
  2. Passing
  3. Smash
  4. Blocking
19. Sikap awal melakukan teknik passing bawah
  1. Ambil sikap siap yang umumnya dilakukan dalam permainan bola voli, yaitu kedua kaki dibuka selebar bahu serta kedua lutut sedikit ditekuk dengan badan sedikit dibungkukkan ke depan. 
  2. Rapatkan serta luruskan kedua lengan di depan badan hingga kedua ibu jari menjadi sejajar 
  3. Ayunkan kedua lengan secara bersamaan ke arah datangnya bola, dalam hal ini siku harus betul-betul dalam keadaan lurus. Letak perkenaan bola harus berada pada bagian prosimal lengan atau diatas dari pergelangan tangan. 
  4. Dan disaat bola mengenai kedua lengan, lutut kaki diluruskan. 
  5. Dalam melakukan passing bawah ke arah depan, ayunan lengan tidak lebih dari sudut 90dengan bahu atau badan.
20. Analisi gerakan dari teknik dasar passing bawah

Dalam olahraga bola voli terdapat berbagai macam teknik yang digunakan untuk permainan bola voli. Teknik tersebut antara lain: servis, passing bawah, passing atas, dan smash. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai analisa gerakan passing bawah . dalam permainan bola voli, teknik passing bawah paling banyak digunakan untuk itu setiap pemain harus menguasai teknik ini dengan baik. Dalam melakukan teknik passing bawah ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar passing bawah dapat dilakukan dengan baik, faktor tersebut antara lain:

1. Posisi kaki yang berdiri depan belakang serta membentuk sudut 45 derajatsaat menerima bola.
Penjelasan:
Posisi kaki yang berdiri depan belakang bertujuan agar pemain tersebut lebih mudah untuk mengontrol gerakan bola, karena dengan posisi tersebut pemain akan lebih leluasa dalam bergerak kesegala arah. Hal ini akan berbeda dengan posisi kaki yang sejajar, pasti akan lebih kaku dalam bergerak serta tertinggal satu langkah dalam mengejar bola , selain itu dengan posisi kaki yang di depan belakang memiliki keseimbangan yang lebih baik.
Untuk posisi kaki depan belakang yang ditekuk dan mengeper pada waktu menerima bola , hal ini bertujuan untuk menambah daya dorong tangan dan untuk mengontrol arah datangnya bola.

2. Posisi tangan yang selalu lurus,sejajar,dan berporos pada bahu
Penjelasan:
Posisi tangan pada waktu passing bawah sangat menentukan keberhasilan passing tersebut lurus dan terarah atau tidak melenceng. Posisi tangan yang benar adalah lurus,sejajar, dan menggenggam erat, pada saat melakukan passing ayunan tangan berporos pada bahu dan dilakukan dari bawah secara pasti. Posisi tangan yang tidak sejajar dan ditekuk akan sangat mempengaruhi gerakan bola, bola akan susah dikontrol dan mudah jatuh arah bola akan naik. Berbeda dengan posisi tangan yang sejajar dan lurus bola bisa di arahkan kemana saja.

3. Perkenaan bola dengan tangan
Penjelasan:
Selain posisi kaki dan tangan ada faktor yang mempengaruhi yaitu perkenaan bola dengan tangan. Hal ini akan berpengaruh terhadap arah bola, perkenaan yang benar yaitu di atas pergelangan tangan dan di bawah ruas siku. Mengapa demikian? Karena bagian tersebut merupakan bagian yang datar dan sejajar yang apabila digunakan untuk passing perkenaan bola akan tepat dan pantulan bola akan lurus. 

4. Regangkan kaki sejajar bahu dan lutut agak di tekuk
Penjelasan:
Posisi kaki harus diperhatikan renggangkan kaki sejajar bahu dengan tujuan agar kaki bisa menopang berat badan dengan seimbang dan setabil pada saat melakukan passing. Kemudian lutut agak ditekuk bertujuan pada saat melakukan passing harus mengikuti arus datangnya bola dan bisa meredam kecepatan bola, sehingga pantulan bola pada lengan bawah bisa terarah dengan maksimal.

5. Ayunkan tangan dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal
Penjelasan:
Pada saat passing arah ayunan harus dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal agar pantulan perkenaan bola pada lengan bawah tepat pada bidang yang datar, dengan mempertahankan posisi awal bertujuan agar posisi tangan tidak berubah dan tetap sejajar.


21. Kesalahan yang sering dilakukan bagi seorang pemain pemula pada waktu melakukan passing bawah
  1. Ketika menerima bola lengan terlalu tinggi, kemudian lanjutan lengan berada di    atas bahu
  2. Tubuh terlalu rendah karena pinggang ditekuk sehingga operan terlalu rendah dan kencang. Seharusnya yang ditekuk adalah lutut.
  3. Lengan terpisah sesaat, sebelum, pada saat, atau sesaat sesudah menerima bola.
  4. Bola mendarat di lengan daerah siku.
22. Arah bola waktu passing

23. Cara memukul bola dari atas jaring / net dalam permainan bola voli
Melompat setinggi mungkin dan posisi jari-jari tangan dibuka selebar mungkin. Pukul bola di atas permukaan bola 

24. Analisis gerakan di atas merupakan gerakan kaki renang gaya bebas dan punggung

25. Cara pengambilan nafas pada waktu melakukan olahraga renang gaya bebas
  1. Badan, kedua kaki, dan lengan lurus.
  2. Lakukan gerakan kaki sebanyak 2 kali pukulan dan tarik lengan kanan ke belakang. Saat lengan mendorong ke belakang putar leher ke atas dan hirup udara.
  3. Saat lengan diputar dan masuk air di depan kepala (muka), putar kembali leher ke dalam air.
  4. Lakukan terus berulang-ulang bila sudah mahir, lakukan putaran leher ke kanan dan kiri, untuk pengambilan napas.
26. Peraturan permainan bola futsal

Lapangan

Ukuran

Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang :
Panjang : 25-42 m
Lebar : 15-25 m

Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : 38-42 m
Lebar : 18-22 m

Tanda Lapangan

  • Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
  • Lebar garis pembatas 8 cm.
  • Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
  • Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.

Daerah Pinalti

Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
  • Seperempat lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
  • Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16 m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.

Titik Pinalti

    Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

    Titik Pinalti Kedua

      Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.

      Tendangan Sudut

        Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.

        Daerah Pergantian Pemain

        • Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.
        • Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
        • Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.

        Gawang

        • Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).
        • Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.
        • Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.

        Keselamatan

          Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.

          Permukaan Lapangan

            Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.