Jumat, 27 Januari 2017

TEKS EKSPLANASI




A. Pengertian Teks Eksplanasi 
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya
suatu fenomena alam, sosial, dan budaya secara ilmiah. Di dalam teks eksplanasi sebuah
peristiwa terjadi sebab peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan
peristiwa yang lain lagi.
Teks eksplanasi bertujuan untuk memperhitungkan asal dari sebuah fenomena
dan menjelaskan serangkaian proses dari fenomena alam atau fenomena sosial. Sebagai
contoh tujuan dari teks eksplanasi gempa bumi adalah menjelaskan proses atau fenomena
terjadinya gempa bumi. 
Ciri-ciri teks eksplanasi adalah strukturnya berupa pernyataan umum - deret
penjelas (urutan sebab-akibat) – interpretasi ; isinya memuat informasi berdasarkan fakta dan penjelasan bersifat keilmuan.




B. Struktur Teks Eksplanasi 
1. Bagian Struktur Teks Eksplanasi 
  • [ Pernyataan Umum ] Bagian ini berisi pernyataan umum tentang topik yang akan dijelaskan secara rinci. Bagian
    ini ditulis dengan ringkas dan jelas juga menarik dan menumbuhkan minat pembaca. 
  • [ Deret Penjelas Sebab Akibat ]
    Bagian ini berisi penjelasan secara rinci mengenai proses keberadaan, kejadiaan, dan
    pembentukan fenomena alam atau sosial. Deret penjelas merupakan urutan sebab
    akibat berupa proses yang disusun secara bertahap. 
  • [ Interpretasi ] Bagian ini berisi simpulan dan pandangan penulis. Bagian penutup ini bersifat
    opsional (boleh ada dan boleh tidak ada).
 2. Contoh Teks Eksplanasi  
   a. Teks Eksplanasi Fenomena Alam 
  • [ Pernyataan Umum ] Gempa bumi merupakan getaran atau goncangan yang terjadi karena pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar permukaan bumi. Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah yang berada dekat gunung berapi atau gunung yang masih aktif dan di daerah yang dikelilingi lautan yang sangat luas. 
  • [ Deretan Penjelasan Sebab Akibat ] Gempa bumi terjadi karena pergeseran atau gerakan lapisan dasar bumi dan letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang sangat besar bagi lingkungan sekitarnya. Getaran gempa bumi yang sangat besar dan merambat ke segala arah sehingga dapat meratakan bangunan dan menimbulkan korban jiwa. 
  • [ Interpretasi ] Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi ditempat-tempat tertentu saja, seperti pada perbatasan plat Pacifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyak terdapat gunung berapi.
    b. Teks Eksplanasi Fenomena Sosial  
  • [ Pernyataan Umum ] Sampah merupakan barang atau benda yang sudah tidak digunakan lagi, yang keberadaannya sangat mengganggu kesehatan masyarakat disekitar. Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah diurai dan dapat diolah sebagai pupuk atau kompos untuk tanaman. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai dan sampah anorganik ini dapat didaur ulang menjadi sebuah benda yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.  
  • [ Deretan Penjelasan Sebab Akibat ]  Sampah merupakan salah satu fenomena yang sering kali kita temui di lingkungan masyarakat. Sampah mulanya terlihat biasa berserakan di sekitar kita, dan juga sampah yang dibiarkan menumpuk akan mendatangkan bau yang tidak sedap sehingga akan mencemari udara yang nantinya akan mendatangkan penyakit seperti muntaber, dan DBD . Apabila banjir, tentu saja akan menyulitkan kita untuk beraktivitas dan bekerja. Selain itu, banjir yang sangat besar dapat menyebabkan tanah longsor.  
  • [ Interpretasi ] Banyak sekali dampak yang dapat dirasakan jika kita selalu membuang sampah sembarangan. Untuk itu, kita sebagai makhluk sosial yang menginginkan kesejahteraan, marilah bersama-sama untuk menjaga lingkungan. Dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau kompos untuk tanaman dan sampah anorganik dapat diolah kembali untuk menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.




C. Unsur Kebahasaan Teks Eksplanasi
   1. Istilah
     Teks eksplanasi bersifat ilmiah dan berbicara tentang ilmu pengetahuan sehingga terdapat
istilah. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan
8
makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas di bidang tertentu.
   2. Hubungan Sebab Akibat
        Teks eksplanasi di dalamnya terdapat hubungan sebab akibat, yaitu penjelasan tentang
sebuah peristiwa terjadi, sebab peristiwa lain sebelumnya, dan peristiwa tersebut
mengakibatkan peristiwa yang lain lagi. Hubungan sebab akibat itu ditandai kata seperti
berikut ini.
  • Kata penghubung (konjungsi): sebab, karena, dan sehingga. 
  • Kata benda (nomina): akibat, akibatnya, sebagai akibat, jadi, dan hasilnya. 
  • Kata kerja/verba relasional: menyebabkan, mengakibatkan, menimbulkan, menjadikan,
    membuat, dan menyumbang.
   3.  Verba Material 
           Verba material adalah verba yang menunjukkan perbuatan sik atau peristiwa. Verba
material dibentuk dari kata dasar berjenis nomina. Perhatikan kata yang dicetak tebal
sebagai contoh verba material.
Meskipun Indonesia telah merati fikasi Konvensi ILO pada 8 Maret 2000 lalu, namun hingga
kini pemerintah belum serius menangani persoalan pekerja anak di sektor berbahaya dan
tidak manusiawi.
   4. Konjungsi Internal dan Eksternal 
   a. Konjungsi internal adalah konjungsi yang menghubungkan argumen atau ide yang
terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok kata. Ada empat kategori
makna, yaitu: 
  • Penambahan: selain itu, di samping itu, lebih lanjut, 
  • Perbandingan: akan tetapi, sebaliknya, sementara itu,
  • Waktu: pertama, kedua, ketiga, …, kemudian, lalu, berikutnya, 
  • Sebab akibat: akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya.
       b. Konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa
deskripsi benda atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa
simpleks. Ada empat kategori makna, yaitu: 
  • Penambahan: dan, atau, serta, 
  • Perbandingan: tetapi, sementara, 
  • Waktu: sejak, setelah, sebelum, ketika, 
  • sebab-akibat: sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun.
5. Justi fikasi 
  Justifikasi adalah pembenaran, artinya segala sesuatu yang diterangkan secara kausal itu
benar adanya. 
    Contoh:
Gempa bumi vulkanik terjadi sebab adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat.