Rabu, 29 November 2017

RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA 
SEMESTER 5



SURAT LAMARAN KERJA

1. Pengertian
     Surat lamaran kerja adalah surat yang berisi permohonan untuk memperoleh suatu pekerjaan atau jabatan. Biasanya terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat lamaran kerja yaitu Identitas Pelamar, Kualifikasi Pelamar, Data lengkap pelamar. 

2. Ciri - ciri 
  1. Ringkas dan padat
  2. Usahakan menjawab berbagai pertanyaan
  3. Perhatikan daya tarik
  4. Kenali karakter perusahaan
  5. Sampaikan dengan kejujuran
  6. Perhatikan kembali susunan / struktur surat

3. Struktur 
  1. Tanggal Surat
  2. Lampiran
  3. Hal / Perihal
  4. Alamat Surat
  5. Salam Pembuka
  6. Isi / Tubuh Surat
  7. Salam Penutup
  8. Tanda Tangan
  9. Nama Terang
4. Kaidah Bahasa
  1. Menggunakan kalimat yang sopan, jelas, padat dan ringkas.
  2. Menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
  3. Impresif, menampilkan jati diri pelamar secara menarik ; dapat mencuri kesan simpatik ; tidak arogan ; tapi juga tidak merendah.
  4. Menyebutkan kualifikasi yang diraih.
  5. Menggunakan kalimat efektif yang baik dan santun.
  6. Tujuan dan alasan melamar

TEKS SEJARAH

1. Pengertian
      Teks sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

2. Ciri - ciri
  1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  2. Bentuk teks rekon atau teks cerita ulang
  3. Struktur teks orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5. Berisi berupa fakta.

3. Struktur 
  1. Orientasi, merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
  2. Urutan Peristiwa, merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam urutan kronologis.
  3. Reorientasi, berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah.
4. Kaidah Kebahasaan
  1. Pronomina (kata ganti), merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
  2. Frasa adverbial, meupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
5. Jenis Jenis 
  • Sejarah Fiksi :
  1. Novel : Sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita".
  2. Cerpen : Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel.
  3. Legenda : Cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. 
  4. Roman : Sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah "kisah percintaan"
  • Sejarah Non-Fiksi :
  1. Biografi : Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  2. Autobiografi : Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri.
  3. Certia Perjalanan : Teks yang didalamnya menceritakan tentang perjalanan.
  4. Catatan Sejarah : Teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

NOVEL SEJARAH

1. Pengertian
      Teks cerita sejarah merupakan suatu bacaan yang memuat tentang penjelasan dari suatu fakta – fakta yang telah terjadi pada masa lampau. 

PUISI

1. Pengertian

   Puisi adalah suatu bentuk dalam karya sastra yang berasal dari hasil suatu perasaan yang di ungkapankan oleh penyair dengan bahasa yang  menggunakan irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik yang berisi makna.

2. Unsur-Unsur Puisi
Pada umumnya unsur-unsur puisi dapat dibagi berdasarkan strukturnya menjadi dua jenis yakni struktur fisik dan struktur batin.

# Struktur Fisik Puisi

  1. Tipografi : Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak memiliki pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali huruf besar (kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini dapat menentukan pemaknaan dari suatu puisi.
  2. Diksi : Diksi adalah pemilihat kata yang digunakan oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi bersifat memiliki bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan mengandung makna harus dilakukan. Pemiilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).
  3. Imaji : Imaji atau yang lebih kerap disebut denganimajinasi merupakan unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan lain sebagainya. Penggunaan imaji bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
  4. Kata Konkret : kata konkret adalah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret seperti permata senja dapat berati pantai atau tempat yang sesuai untuk melihat datangnya senja. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji.
  5. Gaya Bahasa : Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan  dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratif. Umumnya gaya bahasa yang digunakan pada puisi berbentuk majas seperti majas metafora, simile, anafora, paradoks dan lain sebagainya.
  6. Irama/Rima : Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir puisi.
# Struktur Batin Puisi
  1. Tema : Tema merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.
  2. Nada : Nada berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.
  3. Amanat : Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.
Puisi Baru dan Puisi Lama

1. Puisi Baru      Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

A. Ciri-Ciri Puisi Baru

  1. Bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
  2. Memiliki sajak yang teratur.
  3. Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun.
  4. Umumnya berbentuk empat seuntai.
  5. Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
  6. Disetiap gatara terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.
B. Jenis-Jenis Puisi Baru      Puisi baru sendiri dapat dikatogerikan menjadi 2 macam yakni berdasarkan isi dan berdasarkan bentuk:

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  1. Balada : Puisi yang berisi tentang sebuah cerita atau kisah.
  2. Himne : Puisi pujian atau pujuaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
  3. Romansa : Puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya menimbulkan efek romantisme.
  4. Ode : Puisi yang bersifat memberikan sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Umumnya ode diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
  5. Epigram : Puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
  6. Elegi : Puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi suatu peristiwa.
  7. Satire : Puisi yang didalamnya mengandung unsur sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

  1. Distikon : Puisi dimana hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
  2. Terzina : Puisi yang memiliki tiga baris dalam setiap baitnya atau disebut puisi tiga seuntai.
  3. Kuatrain : Puisi dimana terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi empat seuntai.
  4. Kuint : Puisi yang memiliki lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
  5. Sektet : Puisi yang memiliki enam baris kalimat di setiap baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
  6. Septime : Puisi yang memiliki tujuh baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi tujuh seuntai.
  7. Oktaf : Puisi yang memiliki delapan baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai.
  8. Soneta : Puisi yang paling terkenal di kalangan penyair karena terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi baru yang memiliki empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.

2. Puisi Lama      
      Puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:
  1. Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
  2. Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
  3. Sajak atau rima.
  4. Banyaknya suku kata.
  5. Penggunaan irama.
A. Ciri-Ciri Puisi Lama
  1. Tidak diketahui siapakah nama pengarang dari puisi tersebut.
  2. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.
  3. Sangat terikat dengan kaidah dan aturan-aturan yang masih berlaku seperti gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.
B. Jenis-Jenis Puisi Lama

  1. Mantra : Ucapan yang dianggap sakral dan memiliki kekuatan gaib, umumnya antra digunakan dalam upacara tertentu seperti mantra yang digunakan untuk menolak datangnya hujan dan sebaliknya.
  2. Pantun : Jenis puisi lama yang masih bertahan sampai sekarang ini. puisi ini memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b yang setiap baitnya terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun dapat bedakan berdasarkan temanya yakni: pantun jenaka, Pantun anak, Pantun kehidupan dan sebagainya. 
  3. Talibun : Pantun yang memiliki jumlah baris yang selalu genap dalam setiap baitnya. biasanya terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris maupun kelipatan dua lainnya.
  4. Syair : Puisi atau karya sastra dari arab yang memiliki sajak a-a-a-a. Biasanya syair menceritakan sebuah kisah dan didalamnya akan terkadung amanat.
  5. Karmina : Pantun yang sangat pendek atau biasa disebut dengan pantun kilat.
  6. Gurindam : Puisi yang hanya terdapat dua baris kalimat saja dalam setiap baitnya, memiliki sajak a-a-a-a dan memiliki nasehat atau amanat.
RESENSI NON FIKSI

1. Pengertian
      Resensi merupakan suatu tulisan yang berisi tentang pertimbangan dari buku atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya dari kualitas suatu tulisan. 

2. Hal - hal yang harus diperhatikan
  1. Format dan struktur penyajian
  2. Manfaat buku bagi pembaca
  3. Kualitas isi buku
  4. Penggunaan Bahasa
3. Unsur - Unsur 
  1. Judul
  2. Editor
  3. Penerbit
  4. Cetakan
  5. Tebal buku
  6. ISBN
  7. Peresensi
  8. Sampul buku
  9. Pengantar
  10. Isi
  11. Keunggulan dan kelemahan
  12. Penutup
4. Tujuan

  1. Resensi buku bertujuan untuk memberikan pertimbangan pada pembaca, mengenai apakah sebuah buku pantas untuk mendapatkan sambutan dari pembaca maupun tidak.
  2. Resensi buku bertujuan untuk mendapat bimbingan dari penulis mengenai buku yang pantas untuk dibaca.
  3. Resensi buku digunakan untuk mengajak seorang pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan secara lebih jauh, tentang fenomena maupun permasalahan yang muncul pada sebuah buku.
  4. Resensi buku bertujuan untuk mendapatkan informasi maupun pemahaman yang menyeluruh tentang apa yang terlihat dan yang diungkap dalam sebuah buku.
  5. Resensi buku untuk mengetahui identitas dari suatu buku yang pantas untuk dibaca, meliputi judul dari buku, penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal dari buku. Selain itu, juga untuk mengetahui hubungan antara buku – buku yang sejenis dengan pengarang yang sama dan hubungan antara buku yang diresensikan dengan buku – buku sejenis yang dihasilkan oleh pengarang – pengarang yang lain.
  6. Resensi buku membantu pembaca untuk memilih buku sesuai yang dikehendaki.
5. Jenis - jenis
  1. Informatif : Singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
  2. Deksriptif : Sifat detail pada tiap bab
  3. Kritis : Berbentuk ulasan detail dengan metedologi ilmu pengetahuan